CARA MENGATASI KEBIASAAN BURUK DAN MEMBENTUK KEBIASAAN BAIK

 Cara Mengatasi Kebiasaan Buruk dan Membentuk Kebiasaan Baik


 a. Pahami Kebiasaan Buruk Kita
            Catat itu semua dalam sebuah tulisan, kemudian pahami satu per satu kebiasaan buruk tersebut. Misalnya, kita ingin berhenti dari kebiasaan merokok. Maka pahami atau cari tahu semua hal yang berkaitan dengan merokok, seperti pengertian rokok, bahannya apa saja, bahayanya seperti apa, dan lain-lain. Dengan cara ini, biasanya kita akan tersadar mengenai kerugian yang selama ini kita dapatkan akibat melakukan kebiasaan buruk tersebut. Perasaan menyesal dan kecewa terhadap diri sendiri sering kali muncul pada tahap ini.
7
 b. Tidak memerdulikan komentar buruk
            Ibarat peribahasa ,’kuman di seberang lautan tampak, sedangkan gajah di pelupuk mata tidak tampak’. Sesorang selalu bisa melihat keburukan dan kekurangan orang lain dibandingkan melihat keburukan dan kekurangan diri sendiri.
            Komentar-komentar miring serta negatif yang tak jarang mampir ke telinga kita, seolah kita sedang mengikuti sebuah lomba dan orang lain menjadi dewan juri sehingga memililki hak untuk menilai kita.
            Bahkan, bisa jadi komentar-komentar dari orang lain ini bisa masuk ke alam bawah alam sadar hingga membuat kita terngiang-ngiang terus dengan kata-kata dari orang lain hingga bisa mengganggu pikiran kita sepanjang waktu.
            Hal ini bisa menjadi semakin tak terkendali ketika kita adalah tipe orang yang mudah terpengaruh dan tidak memiliki prinsip atau pegangan hidup, sehingga ketika ada orang berkomentar, kita akan sertamerta memasukkannya ke dalam hati.
            Kita akan merasa bahwa apa yang dikatakan orang lain adalah benar adanya dan apa yang dikatakan orang lain patut kita turuti. Padahal bisa jadi apa yang dikatakan orang lain bisa menjadi boomerang dan masalah buat kita.
            Kita tidak bisa menganggap bahwa apa yang dikatakan orang lain merupakan mutlak sebuah kebenaran, karena kebenaran yang sesungguhnya datang dari Allah Swt.
            Mendengarkan pendapat orang lain memang boleh-boleh saja, akan tetapi jangan sampai kita didoktrin sehingga kita lupa dengan pendapat diri sendiri. Kita harus bisa memilah dan milih apakah pendapat orang lain itu bisa membuat kita semakin maju atau malah justru membuat kita terpuruk.

c.  Jangan takut bermimpi
     Allah telah memberikan kita akal yang seharusnya kita gunakan untuk belajar bertahan dalam rintangan kehidupan untuk meraih kehidupan. Namun, sepertinya kita terlalu malas menggunakan akal kita sehingga kita pun lebih memilih jalan yang lebih mudah dengan tak perlu memikirkan impian dan cita-cita kita.
     Kita jangan pernah menjadikan kegagalan yang pernah kita alami sebagai alasan untuk tidak lagi bermimpi.  Kegagalan merupakan suatu hal yang biasa terjadi ketika kita ingin meraih apa yang kita inginkan.

     Selain karena takut mengalami kegagalan, biasanya orang-orang yang tak berani atau takut bermimpi adalah orang-orang yang tak memiliki kepercayaan diri sehingga dia pun tak percaya  mimpinya.
     Semua orang berhak untuk bermimpi, tak peduli apa latar belakangnya, baik orang kaya maupun orang tak berpunya. Impian tidak bisa dimonopoli oleh orang kaya atau orang yang pintar saja, karena impian itu serupa udara dan matahari semua orang berhak memilikinya gratis, tanpa harus mengeluarkan sejumlah uang untuk membayarnya.
     Impian atau mimpi berbeda dengan angan. Angan hanya dimiliki oleh orang-orang pemalas yang tak mau bergerak. Mereka hanya sibuk memkirkan keindahan namun dia tak mau bergerak dan beraksi untuk menggapai keindahan itu.
     Berbeda dengan angan imipian merupakan wujud dari keinginan hati kita untuk meraih sesuatu, oleh karena itu impian harus disertai dengan aksi agar tak menjadi sebatas imajiansi.
           
d. Ceritakan Pada Orang yang Kita Percaya, Kemudian Cari Solusi Bersama-sama
     Jika kita tidak juga menemukan solusi, maka alternatif yang bagus adalah dengan menceritakan permasalahan atau kebiasaan buruk kita ke orang yang dipercaya dan ahli di bidangnya, kemudian mintalah saran dan cari solusi bersama-sama dengan orang tersebut. Dengan cara ini, biasanya solusi yang di dapat akan lebih baik daripada mencari solusi sendirian.

e. Dekatkan Diri kepada Allah Swt.

Mendekatkan diri kepada Allah adalah salah satu upaya yang bisa kita lakukan untuk berhenti dari kebiasaan buruk. Rajinlah beribadah dan juga berbuat baik, hal ini akan memudahkan kita dalam menghentikan kebiasaan buruk yang selama ini terpelihara.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

ETIKA DALAM MENGGUNAKAN INTERNET

Soal dan Jawaban Jenis Desain Grafis

HOW TO RUN THE MODEM